Rabu, 08 Mei 2019

Percaya Vs mempercayakan

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hambanya (Matius 8:13).

Sesungguhnya ada perbedaan yang sangat mencolok antara percaya dan mempercayakan.
Meski sekilas kata percaya dan mempercayakan sangatlah mirip (bahkan berasal dari akar kata yang sama), dua kata tersebut memiliki substansi yang berbeda.

Dalam bahasa Inggris, kata to believe diterjemahkan sebagai percaya. Sedangkan, kata to trust dalam bahasa Inggris memiliki arti mempercayakan.

Jumat, 01 Februari 2019

Mau Berdampak? Jadilah Benar

Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh,  tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Mazmur 1 : 1-2

Banyak orang berkata berdampak adalah memberi warna, memberi pengaruh, memberi manfaat. Siapa yang tidak mau berdampak? semua pasti mau berdampak. Tetapi yang jadi persoalan apakah dampak yang kita berikan itu baik atau kita memberikan dampak yang buruk kepada orang lain, atau bisa dikatakan bahwa kita mendatangkan pengaruh yang buruk.
Baik atau pun buruk pengaruh yang kita berikan, itu tergantung kepada siapa kita. Jika kita benar maka kita memberi pengaruh yang benar, jika kita tidak benar maka kita juga memberikan pengaruh yang tidak benar, manfaat yang tidak benar. Untuk menentukan pengaruh yang kita berikan hanya terletak kepada pilihan kita, apakah kita mau memilih menjadi orang yang benar atau orang yang tidak benar.
Hasil gambar untuk sendiri

Rabu, 19 Desember 2018

Melangkah dengan Pasti




Ibarat bermain catur, selangkah demi selangkah namun pasti. Selangkah demi selangkah namun langkahnya jelas. Dari mana, mau kemana, setiap langkah mempunyai arti, yang tidak mungkin berhenti sebelum tujuan akhir terpenuhi. Bermain catur langkahnya berusaha maju, namun bukan asal maju. Maju untuk menang, namun ketika langkahnya keliru ada langkah mundur untuk menata ulang. Langkah mundur sejenak untuk kembali maju dengan lebih pasti lagi. Oleh sebab itu untuk menentukan langkah demi langkah mesti hati-hati, cermat dan penuh perhitungan.
Mari kita belajar dari 2 pribadi yang luarbiasa. Bilangan 13:27-28; 14:8
Hasil gambar untuk melangkah maju

Selasa, 23 Oktober 2018

Menjadi BIntang

Baca:  Yohanes 1:1-18

"ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya."  Yohanes 1:7

Sebagai orang percaya di dalam kita ada terang ilahi yang harus terpancar.  Tugas kita bercahaya di tengah dunia yang diliputi kegelapan.  Inilah panggilan hidup kita!  "Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya."  (Yohanes 1:5).

     Banyak orang Kristen yang hanya menjadi terang di tengah lingkungan yang juga terang.  Kita bersinar di antara sesama anak Tuhan, jadi secara otomatis terang kita tidak tampak nyata.  Sementara ketika berada di tengah-tengah dunia yang gelap kita justru larut di dalam kegelapan, turut terlibat dalam perbuatan-perbuatan gelap.  Firman Tuhan menegaskan,  "...sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang,"  (Efesus 5:8).  Sebagai anak-anak terang tidak seharusnya kita berkompromi dengan kegelapan dunia ini.  Sebaliknya hidup kita harus bercahaya sehingga orang-orang di luar Tuhan dapat melihatnya, karena kita memiliki kehidupan yang berbeda.  Jadi  "Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini,"  (Roma 12:2).

Rabu, 11 Juli 2018

Sukacita Adalah Keyakinan Teguh Bahwa Tuhan Memegang Kendali


Banyak orang berpikir bahwa sukacita adalah sebuah keadaan dimana orang merasa bahagia, bisa tertawa dengan senang, bebas tanpa beban atau masalah. Tetapi jika demikian, maka Firman Tuhan yang mengatakan supaya kita bersukacita senantiasa (Baca: Filipi 4:1-9) tidak akan mungkin bisa kita lakukan, sebab ada kalanya kita menerima berkat yang membuat kita senang tetapi ada kalanya juga kita mengalami masalah yang membuat kita merasa berbeban.

sukacita adalah sebuah keyakinan

Selasa, 29 Mei 2018

.: Tuhan Ahli mengubah kutuk menjadi berkat

.: Tuhan Ahli mengubah kutuk menjadi berkat: "Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya."(Amsal 18:7) Apa yang kita ucapkan, itulah yang ki...

Tuhan Ahli mengubah kutuk menjadi berkat


"Orang bebal dibinasakan oleh mulutnya, bibirnya adalah jerat bagi nyawanya."(Amsal 18:7)

Apa yang kita ucapkan, itulah yang kita peroleh. Sebagai orang percaya, kita tahu bahwa hal itu adalah kebenaran Firman Tuhan yang sangat penting. Kita dapat melihatnya di dalam Markus 11:23, Matius 21:21, Yakobus 3:2, dan banyak ayat lagi. Tetapi seringkali kita tergelincir.

Kita membiarkan diri kita mulai berbicara berbicara seperti orang duniawi, bukan berkata-kata tentang Firman Tuhan. Dan akhirnya, kita mendapatkan apa yang kita minta kekacauan yang besar. Jika hal itu terjadi pada Anda, ingatlah, apa yang Anda miliki di dalam hidup Anda adalah hasil dari apa yang telah Anda ucapkan.

Untuk mengubah apa yang Anda miliki, Anda harus mengubah apa yang keluar dari mulut Anda. 

Percaya Vs mempercayakan

Lalu Yesus berkata kepada perwira itu: “Pulanglah dan jadilah kepadamu seperti yang engkau percaya.” Maka pada saat itu juga sembuhlah hamba...